Di Luar Hujan Lebat

Basah. Semua orang menghindari mungkin juga menerobos tak henti.
Ada yang berteduh. Ada yang ngelamun menemani motor di bawah jembatan layang entah di belakang sana macet mobil-mobil antri karena jalan jadi menyempit.
Di balik ponco pakaian basah bahkan sampai ke dalam, kendaraan tetap dipacu karena penuhi janji, entah apa.
Di dalam rumah orang bersiap diri, mungkin air akan segera naik, banjir. Mengepung hingga tak bisa keluar rumah.
Di luar sana bocah-bocah berlari menghampiri menawarkan jasa ojek payung, tak peduli lagi badan kuyup, pakaian basah.
Di balik jendela seseorang sedang melamun memandang air menampar-nampar, kilat menyambar, deru geledek menggelegar.
Di dalam batok kepala, otak berputar, tak henti berpikir, akankah hujan berhenti sambil menanti mentari bersinar lagi

Tinggalkan Balasan