Juni 4, 2008

Setiap hari saya bersyukur karena boleh bangun pagi. Seluruh organ tubuh dan fungsinya juga masih normal. Bisa ngulet, menguap dengan membuka selebar-lebarnya mulut. Menghirup udara menghimpun tenaga.
Saya bersyukur karena masih berjumpa dengan sanak keluarga. Ayah, Ibu, adik. Sarapan bersama secara sederhana.
Bersyukur bisa melihat televisi, mendengarkan radio, cek sms di telepon genggam. Itu artinya masih ada listrik yang membuat semua alat elektronik ini berfungsi dengan baik. Masih ada sinyal di udara yang m
embuat komunikasi berjalan dengan baik.
Saya bersyukur karena pagi membuat semangat kembali. Ada tujuan yang ingin dicapai. Rencana yang ingin diraih dan diselesaikan. Masih mendapat kesempatan bekerja. Ada sekumpulan aktivitas, segudang ide, puluhan e-mail dan sms yang membutuhkan jawaban. Janji-janji yang rindu ditepati.
Saya bersyukur boleh hidup dan berbagi cerita melalui tulisan ini.
Salam!
created on my 31st anniversary.
Leave a Comment » |
Pikir & Rasa | Ditandai: kasih, syukur, terima |
Permalink
Ditulis oleh Alexander Louiciano
Juni 4, 2008

Perasaan syukur dan terima kasih ada setiap hari, setiap pagi kala mentari fajar menerobos jendela. Ucapan syukur betapa baik Tuhan memberikan kesempatan hidup satu hari lagi meluncur dari mulut saat berdoa.
Mentari fajar selalu adil. Ia selalu hadir di mana saja. Untuk siapa saja. Dan itu semua diberikan secara gratis. Ia mengingatkan bahwa selalu ada pagi. Selalu ada cahaya menerobos kegelapan. Ia muncul di garis cakrawala dengan semangat. Membahagiakan. Menghidupkan.
Kasih Tuhan seperti mentari fajar. Bersinar cerah. Menghangatkan jiwa yang lesu. Jiwa yang berharap pagi. Mentari fajar selalu ada dalam hati kita. Menerangi dan membimbing hidup kita. Hidup yang selalu pagi.
Selamat Pagi!
Leave a Comment » |
Pikir & Rasa | Ditandai: cerah, fajar, hati, hidup, jiwa, kasih, mentari, pagi, semangat, Tuhan |
Permalink
Ditulis oleh Alexander Louiciano